Rembang
– PT Semen Indonesia mengaku kebanjiran pengajuan pinjaman modal dari
masyarakat lima desa di sekitar lokasi tapak pabrik. Diantaranya desa
Timbrangan, Tegaldowo, Pasucen, kajar Kec. Gunem dan desa Kadiwono Kec.
Bulu.
Kepala Bidang Bina Lingkungan PT Semen Indonesia proyek Rembang,
Abdul Manan mengatakan pihaknya tidak serta merta langsung menyetujui
modal usaha tersebut. Yang paling penting, mereka harus dilatih dulu.
Jangan sampai sudah diberi dana, ternyata berhenti di tengah jalan.
Di Tuban Jawa Timur, dana sosial perusahaan atau CSR, 40 % nya
digunakan untuk membantu dunia pendidikan. Hingga Juni tahun 2014,
terdapat 2.653 siswa SD hingga mahasiswa memperoleh kucuran beasiswa
dari PT Semen Indonesia.
Lalu bagaimana dengan adanya masyarakat bersikap menolak pembangunan
pabrik semen? Sekretaris PT Semen Indonesia, Agung Wiharto ikut angkat
bicara. Ia mengakui ada sejumlah warga yang memang sangat sulit didekati
dan diajak bicara. Agung menyadari fenomena tersebut. Asalkan tidak
sampai mengganggu aktivitas proyek, pihaknya akan membiarkan aksi
berlangsung.
Agung menegaskan pabrik semen di tengah hutan, turut tanah desa Kadiwono Kec. Bulu itu tetap dilanjutkan sesuai rencana.
Joko Priyanto, warga desa Tegaldowo Kec. Gunem menyatakan pihaknya
masih belum bosan menyuarakan penolakan terhadap pabrik semen. Warga
kecil seperti dirinya sebatas ingin supaya kondisi lingkungan terjaga
dengan baik dan bebas menghirup udara segar di alam pedesaan.
Post a Comment