Headlines News :
Showing posts with label CULTURE. Show all posts
Showing posts with label CULTURE. Show all posts

Mengukur Nasionalisme Dari Bambu


Lamindar mengikat bambu yang akan dibeli warga, Minggu pagi (10/8).
Lamindar mengikat bambu yang akan dibeli warga, Minggu pagi (10/8).
Rembang – Tidak hanya penjual bendera, menjelang peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 69, hal itu juga menjadi berkah tersendiri bagi penjual bambu. Omset penjualan mereka melambung tinggi.
Lamindar (60 tahun), warga desa Kabongan Kidul Rembang misalnya. Ia yang menjual bambu di sebelah barat makam Notoprajan Rembang itu menganggap momentum Hari Jadi Rembang setiap tanggal 27 Juli, kemudian dirangkai HUT Kemerdekaan RI, termasuk waktu yang paling ditunggu tunggu. Pasalnya cukup banyak warga membeli bambu, untuk bahan mendirikan bendera maupun umbul umbul.
Lamindar mengakui penjualan bambu meningkat 50 %, dibandingkan dengan hari hari biasa. Paling banyak yang dicari adalah bambu ukuran kecil, karena untuk umbul umbul. Meski meningkat, namun perayaan Hari Jadi dan Agustusan sekarang tidak lagi semeriah seperti era tahun 90 an atau 2000 an.
Lamindar menimpali bambu ukuran besar berasal dari desa Babadan dan Pengkol Kec. Kaliori, sedangkan bambu spesialis umbul umbul, didatangkan khusus dari daerah Sale dan Sedan. Bambu memiliki keunggulan lebih kuat tahan lama. Hanya saja kalau bertahun tahun tidak laku, terkena panas dan hujan, bambu akan menyusut. Daripada dibuang, biasanya berubah fungsi menjadi bahan kayu bakar.
Dari bambu, Lamindar bisa mengukur kadar nasionalisme masyarakat, untuk mengingat kembali kisah perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan. Ketika gaung terus menurun dari tahun ke tahun, apakah karena rasa nasionalisme warga kian berkurang, pria yang juga menjaga makam notoprajan ini menganggap ada benarnya.

Sumber : R2B

Mulai Ada Yang Usil, Desa Minta Jangan Berebut


Iring iringan pengunjung keluar dari lokasi wisata hutan bakau dusun Kaliuntu desa Pasar Banggi, belum lama ini.
Iring iringan pengunjung keluar dari lokasi wisata hutan bakau dusun Kaliuntu desa Pasar Banggi, belum lama ini.
Rembang – Seiring kian terkenalnya wisata hutan bakau di pinggir pantai dusun Kaliuntu desa Pasar Banggi – Rembang, terkadang muncul sejumlah pemuda yang usil mengganggu pengunjung. Ironisnya, pelaku justru diduga berasal dari tetangga sebelah Kaliuntu, masih sama sama satu kampung.
Purwanto, seorang warga dusun Kaliuntu desa Pasar Banggi mengakui beberapa kali menjumpai pengendara sepeda motor nekat masuk hingga jembatan di tengah hutan bakau, padahal mustinya kendaraan dilarang masuk kesana. Mereka juga mengganggu kenyamanan pengunjung. Pihaknya berusaha menasehati secara baik baik, karena pengunjung pasti menginginkan situasi yang tenang. Tidak jelas apa motifnya. Kalau lain hari, ternyata masih membandel, Purwanto berharap pemerintah desa ikut turun tangan.
Kepala Desa Pasar Banggi Kec. Rembang Kota, Rasno menghimbau antar warga saling menghargai, tidak mempermasalahkan pengelolaan wisata hutan bakau.
Sejauh ini pendapatan bersumber dari sektor parkir. Sepeda motor ditarik Rp 2 ribu, sedangkan mobil Rp 5 ribu. Memang untuk parkir ditangani oleh kelompok pemuda dusun Kaliuntu, dengan memperoleh bagian 50 % dari total penghasilan. Separuhnya disumbangkan dalam kegiatan pembangunan Masjid Pasar Banggi. Ia menganggap sudah sama sama enak. Apabila pembangunan Masjid selesai, tentu masyarakat akan kembali berembug, membahas bagaimana pengelolaan selanjutnya.
Rasno mengklaim telah mendapatkan sinyal positif dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Rembang, tentang pengembangan kawasan wisata hutan bakau. Setelah dilengkapi pos gardu pandang dan jembatan kayu, yang jelas direncanakan penambahan jembatan lagi. Apakah kearah timur atau ke barat, sejauh ini belum diputuskan.


Sumber : R2B

Masuk Rumah Sakit Karena Pocong, Warga Resah

Seorang warga melintas di utara makam, sebelah barat dusun Torejo desa Mondoteko Rembang, Kamis pagi (07/8).
Seorang warga melintas di utara makam, sebelah barat dusun Torejo desa Mondoteko Rembang, Kamis pagi (07/8).
Rembang – Isyu hantu pocong yang bersliweran di dekat makam sebelah barat dusun Torejo desa Mondoteko Rembang, membuat sebagian masyarakat tercekam rasa takut. Bahkan mereka enggan melintasi jalur tersebut pada malam hari.
Wiro, seorang warga dusun Bagel desa Mondoteko Rembang mengatakan sejak dulu lokasi tersebut memang terkenal angker. Lebatnya pohon jati dan ditambah suasana gelap, terkadang pengguna jalan memilih lewat jalan lain. Tapi yang ramai melihat penampakan makhluk halus semacam itu, kebanyakan justru orang luar kampung. Ia sendiri antara percaya dan tidak, karena tidak pernah memergoki langsung.
Kepala Dusun Torejo desa Mondoteko, Bambang Suyono mengaku pembicaraan isyu hantu pocong menyebar ke warung warung. Bahkan ada rekannya di desa Ngadem bercerita, seorang warga sampai masuk rumah sakit, karena kaget, usai melihat hantu pocong sudah bertengger di jok belakang sepeda motor, saat lewat di jalan dekat makam Torejo.
Sejauh ini pihak dusun telah memasang dua lampu, sebelah utara makam. Hanya saja kedepan perlu ditambah lampu jenis lain yang sinarnya lebih terang.
Bambang Suyono menghimbau masyarakat tidak larut dalam suasana takut berlebihan, lantaran informasi tersebut, belum jelas kebenarannya.
Ia khawatir ada pihak pihak tertentu yang sengaja menghembuskan isyu hantu pocong, agar muncul keresahan.


Sumber :R2B

Jilboobs (Toket Gede Berjibab dengan Busana ketat) Marak Di media Sosial

Jilboobs (Toket Gede Berjibab dengan Busana ketat) Marak Di media Sosial
Jilboobs atau wanita yang mengenakan busana jilbab ketat sehingga memperlihatkan bentuk toket yang gede, Busana berjilbab terkait dengan keagamaan, dalam hal ini adalah Islam, esensinya berada dalam seperangkat aturan. Lazim diketahui bahwa bagian-bagian tubuh tertentu, termasuk didalamnya adalah payudara, harus ditutup dan tidak terekspos. Dari hal ini, fenomena jilboobs jelas menjadi perbincangan yang kontroversial. Standpoint yang diambil orang-orang pun bukan sekedar berbeda-beda.
Terlihat dari komentar-komentar di halaman Jilboobs Community, `debat` yang terjadi tak bersifat simetris mengenai benar atau tidaknya apa yang dilakukan oleh para wanita di foto-foto tersebut. Beberapa komentar pengguna Facebbok memang jelas mengkritik tampilan-tampilan para `Jilboobers`. “Astagfirullah, sadar wahai saudara,” tulis pemilik akun Estri Yuna’rii. toket gede pake jilbab
Akan tetapi sejauh ini, `tandingan` dari komentar-komentar seperti itu datang dari dimensi diskusi yang berbeda. Alih-alih membenarkan apa yang dilakukan para `Jilboobers` tersebut (yang tampaknya sulit atau bahkan mustahil untuk dibenarkan), beberapa pengguna Facebook lain tampak membawa pembaca pada wacana tentang perlu tidaknya menyorot fenomena toket gede dengan busana ketat.
jilbab-toket-gede
Pemilik akun Enni Zetia menulis “Kalo gak suka yang kaya gituan ya gak usah diliat ! kalo tau kaya gituan gak bagus ya gak usah di ikutin.Ngurus diri ndiri aja ane masi kacau balau…gak sempet lah ngurusi orang laen”. Komentar yang lebih keras datang dari pemilik akun Fava N. Ulfati. Tulisnya, “Kurang Kerjaan banget melecehkan orang yg belum dikenal dan mencuri foto”nya,Gak punya hati,moral,otak,etika,hukum . . .”
Komentar lain yang serupa datang dari pemilik akun Fava N. Ulfati. “…KALO EMANG NIAT BAIK BUAT SESAMA MUSLIM KAGAK USAH BIKIN FANPAGE KAYAK GNI,KALO MAU TEGUR,TEGUR AJA ORANGNYA LANGSUNG!…” demikian petikan komentarnya dengan tema toket besar dengan baju ketat.(foto/google.com)

Halal Bihalal hari pertama masuk sekolah

Halal bihalal SDN Wiroto hari pertama masuk sekolah


Kaliori-Pada hari pertama masuk sekolah pasca liburan puasa dan pasca lebaran jenjang pendidikan dari SD hingga Sekolah lanjutan tingkat Atas (SLTA) sederajat di wilayah kabupaten Rembang, sebelum  jam pelajaran dimulai, diisi halal bihalal di lingkungan sekolah masing-masing. Salah satunya di SD negeri Wiroto, kecamatan Kaliori.
Kepala SD negeri Wiroto- Rochani mengatakan pada hari pertama masuk sekolah diisi dengan kegiatan halal bihalal yang dilaksanakan di halaman SD setempat agar kondisi sekolah kondusif dan anak-anak merasa nyaman dengan saling memaafkan antar teman dan guru. 
Rochani menjelaskan kegiatan ini diikuti 7 kepala SD/guru dan 101 siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 dan kegiatan ini menjadi kegiatan rutin tahunan di SD negeri Wiroto.
            Hal yang sama juga diungkapkan oleh kepala SD negeri Maguan, kecamatan Kaliori- Prayitna dalam kegiatan halal bihalal di sekolahnya diikuti sebanyak 132 siswa kelas 1 hingga kelas 6 dan puluhan siswa guru/karyawan di lingkungan SD negeri 1 Gunungsari.
            Prayitna mengungkapkan setelah halal bihalal, para siswa diajak membersihkan lingkungan kelasnya dan selanjutnya mengikuti kegiatan belajar mengajar di kelasnya masing-masing.( Masudi )
 
 
 

Museum Masih Sekadar Gudang Penyimpanan

Dhanang David Aritonang Turis domestik di Museum Nasional, Jakarta.

JAKARTA, KOMPAS.com — Kualitas sumber daya manusia di bidang permuseuman Indonesia masih lemah. Akibatnya, museum hanya menjadi tempat perawatan, pelestarian, dan gudang penyimpanan benda bersejarah. Sedangkan, pengetahuan sejarah di balik koleksi kurang digali.


Arkeolog sekaligus pengajar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Daud Aris Tanudirjo, mengatakan, lemahnya kualitas sumber daya manusia permuseuman otomatis mengakibatkan fungsi kuratorial museum tak berjalan.
”Presentasi dan konservasi museum-museum kita jauh ketinggalan dibanding museum-museum luar negeri,” kata Daud ketika dihubungi dari Jakarta, Kamis (31/7/2014).
Menurut Daud, tak dapat dimungkiri, museum di Indonesia pada awalnya merupakan peninggalan kolonial. Sepeninggal Belanda, museum hanya menjadi semacam ”tempat buangan” dengan sumber daya manusia yang minim pengetahuan permuseuman.
Menurut Daud, kesalahan kebijakan ialah museum hanya dijadikan tempat perawatan, pemeliharaan, dan penyimpanan benda-benda bersejarah. Padahal, museum memiliki visi penelitian. Namun, dalam nomenklatur penganggaran, kegiatan penelitian tidak tercantum sehingga jika museum mengajukan dana penelitian, tidak akan disetujui karena bukan tugasnya.
”Inilah yang mengakibatkan mandeknya fungsi museum,” ujar Daud.
Oleh karena itu, kurator berperan besar dalam mengoptimalkan fungsi museum. Bersama dengan desainer, ia harus mampu menyiapkan konten, mempresentasikan, dan memberikan edukasi publik tentang koleksi-koleksi museum.
”Selama ini, beberapa museum di Indonesia hanya menyerahkan begitu saja tampilan museum kepada pihak ketiga selaku event organizer. Padahal, mereka tidak memiliki pemahaman tentang museum,” kata dia.
Sumber daya manusia yang kompeten dalam pengelolaan permuseuman juga minim. Di Indonesia, hanya ada tiga universitas yang membuka program museologi, yaitu Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, dan Universitas Padjadjaran.
Beri penghargaan


Dalam rangka meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap cagar budaya dan museum, pada Agustus mendatang, Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menganugerahkan penghargaan kepada para pelestari cagar budaya dan permuseuman. Khusus untuk kategori juru pelihara museum, penghargaan semacam ini sudah diberikan sejak 2011.
Kepala Seksi Pengembangan Direktorat Cagar Budaya dan Permuseuman Kemdikbud Ni Ketut Wardani mengungkapkan, di seluruh Indonesia, terdapat 328 museum. ”Penilaian kami lakukan sejak akhir Mei lalu. Siapa pun yang berjasa terhadap permuseuman perlu mendapat penghargaan,” kata dia. (ABK)

Pesta kupatan diselenggarakan di masjid dan Musholla


Kaliori-Masyarakat di wilayah kabupaten Rembang, hari senin ini (4/8), menggelar pesta kupatan, tradisi ini diwujudkan warga dengan mendatangi tempat wisata khususnya  disekitar lokasi Dampo awang beach taman rekreasi pantai kartini Rembang berbarengan dimeriahkan adanya larung sesaji desa Tasik agung.
 Sementara di perdesaan tradisi syawalan tujuh hari pasca lebaran diwujudkan do’a bersama yang ditempatkan di Masjid dan musholla. Salah satunya di masjid At-Taqwa desa Babadan, kecamatan Kaliori tradisi ini pagi tadi digelar.
Takmir masjid desa babadan- Satori mengatakan, tradisi  pesta kupatan sebagai wujud  bagi masyarakat yang telah berhasil melaksanakan puasa sunnah selama 6 hari dibulan syawal dan filosofis dari pembuatan kupat yaitu ngaku-lepat (mengaku salah) untuk saling memaafkan antara satu dan lainnya sehingga dosa-dosanya bisa diampuni Allah. 
Satori mengungkapkan dalam pesta kupatan itu diisi membaca tahlil dan doa bersama dilanjutkan dengan makan ketupat/ lepet yang dibawa dari rumah oleh masing-masing warga.
Pesta kupatan juga akan dilaksanakan oleh sebagian masyarakat yang menganut perhitungan Jawa, pada hari Rabu (6/8) nanti, di mana kegiatannya akan dilaksanakan di balai desa atau di rumah salah satu perangkat desa.(Masudi )

Pantai Caruban Ramai Pengunjung

Pantai Caruban Ramai pengunjung saat lebaran

Lasem, selama libur lebaran berbagai tempat wisata di WilayahRembang  dipadati oleh pengunjung. Pantai Caruban misalnya, pantai yang berada didusun Caruban desa Gedungmulyo kecamatan Lasem ini tampak ramai pengunjung sejak beberapa hari menjelang lebaran. 
Keadaan pantai yang masih natural dan bersih menjadi salah satu keunggulan pantai caruban sehingga banyak wisatawan yang tertarik datang ke pantai tersebut. Selain itu pantai Caruban merupakan tempat wisata yang tergolong murah. Pengunjung hanya dikenakan biaya parkir kendaraan sebesar 3000 rupiah/sepeda motor dan 8000 rupiah/mobil.
Sukimin, penjaga pantai sekaligus penyedia jasa sewa ban pelampung mengaku pantai Caruban mulai banyak diminati wisatawan sejak 3 tahun yang lalu. Kepadatan pengunjung terjadi setiap hari minggu, memuncak pada saat momen liburan lebaran seperti saat ini. 
Sukimin menambahkan, pada saat lebaran pengunjung bisa mencapai ribuan orang. Sejak malam jelang Ramadhan kunjungan mulai bertambah, dan terus memuncak pada H+7 lebaran atau dalam tradisi Rembang disebut kupatan. Setelah itu jumlah pengunjung akan mulai berkurang. 
Daya tarik pantai caruban ini mulai meningkat setelah adanya pengelolaan dari pemerintah setempat yang dilakukan sejak 2013 lalu. Pengelolaan meliputi pembangunan toilet/kamar mandi umum, warung jajanan, dan penanaman pohon di bibir pantai. Sedangkan baru-baru ini ada penambahan fasilitas perahu yang disediakan untuk pengunjung yang ingin mengarungi pantai.
Sementara salah satu pengunjung yang datang dari Semarang Farida mengaku, ia beserta keluarganya sering berkunjung di pantai Caruban. Farida yang saat itu sedang bersilaturahmi ke rumah keluarganya yang berada di Blora sengaja singgah di pantai Caruban dengan tujuan refreshing. 
Keramaian pengunjung yang terjadi tentunya mendatangkan banyak manfaat bagi para pencari nafkah di sekitar pantai. Misalnya bagi para penyedia jasa persewaan ban pelampung. Pendapatan yang diperoleh saat libur lebaran bisa meningkat drastis. Jika pada saat ramainya hari-hari bisa pendapatan 50 ribu/hari, sementara pada saat lebaran bisa mencapai 200 ribu/hari.(ita )

Anak Nangis, Ini Obatnya…


Rembang – Pria satu ini sangat mencintai all terrain vehicle atau ATV, sejenis sepeda motor berukuran besar dan memiliki 4 roda. ATV belakangan tidak hanya untuk kegiatan wisata alam saja, tetapi juga dimanfaatkan sebagai ajang uji nyali di arena balap off road.
Sunarto “Tjuan” berpose dengan ATV miliknya.Yah..begitulah hobi baru Sunarto “Tjuan”, warga yang membuka bengkel di Jl Dr Wahidin, sebelah timur tembok malang Rembang. Semula ia memiliki dua unit ATV, tetapi yang satu sudah laku terjual.
Sunarto “Tjuan” menjelaskan ATV sering ia pergunakan jalan jalan, saat anaknya menangis, merasa bosan di rumah. Dibandingkan dengan sepeda motor, tentu lebih enak mengendarai motor, karena setir ATV cukup berat, mirip mengemudikan mobil jeep. Kelak kalau ada waktu luang, ATV nya akan dimodifikasi. Yang paling penting, tinggal menambah lampu depan saja, supaya bisa untuk keluar malam.
Dari sisi bahan bakar, ATV tergolong sangat irit. Bensin 1 liter misalnya, mampu melaju sejauh 50 kilo meter. Begitu pula onderdil, bisa diganti dengan suku cadang sepeda motor Honda Grand atau Honda Supra, sehingga tak perlu bingung bingung menunggu lama, begitu ada kerusakan. Idealnya, pemakaian ATV di arena khusus. Menurutnya, kawasan GOR Besi, Jl Rembang – Blora yang pernah digunakan trek motor trail, bisa dipermanenkan. Kedepan akan sangat positif, membina anak anak muda yang doyan balapan, supaya lebih terarah.
Lalu berapa harga ATV ? Sunarto menimpali tergantung jenis dan kapasitas cc nya. Ada yang dibandrol Rp 13 jutaan, tapi ada pula seharga Rp 23 jutaan per unit. Baginya, harga nomor dua. Yang penting bisa menyalurkan hobi.

Rembang Dikepung Macet

Rembang – Jalur Pantura kota Rembang, hari Senin (04 Agustus 2014) semrawut, karena pesta kupatan masyarakat pesisir. Meski dialihkan ke jalur alternatif, tetap saja terkepung macet. Selain pesta kupatan di Taman Kartini, ada dua tempat yang bersamaan menggelar pawai syawalan, yakni desa Tasikagung dan Kelurahan Tanjungsari.
Kebiasaan rutin tahunan tersebut, biasanya pada waktu seminggu setelah Hari Raya Idul Fitri. Arak arakan peserta pawai, mengakibatkan jalur Pantura lumpuh tiga jam lebih.
Untuk memecah arus kendaraan, lalu lintas dari arah Surabaya dan Semarang, dialihkan menuju jalur lingkar selatan, antara Pertigaan Tireman sampai Pasar Penthungan. Tapi karena kondisi jalan sempit, belum mampu menampung tingginya volume kendaraan. Kemacetanpun merembet ke jalur lingkar selatan.

Rombongan pengendara sepeda motor memadati Jl Pemuda Rembang. (gambar atas) jalur lingkar sebelah barat perempatan Galonan macet.Rombongan pengendara sepeda motor memadati Jl Pemuda Rembang. (gambar atas) jalur lingkar sebelah barat perempatan Galonan macet.


Seorang petugas Dishubkominfo Rembang yang siaga di Pertigaan Tireman, Muhammad Anshori mengakui jumlah personel terbatas. Ia sampai kewalahan mengarahkan pengguna jalan. Sebagian menolak dialihkan, dengan berbagai alasan.
Aksi saling serobot, semakin memperparah antrean kendaraan. Bahkan banyak mobil pribadi pemudik yang akan balik ke sejumlah daerah, terjebak macet.
Budiman, warga Bogor mengatakan baru saja pulang dari Surabaya. Ia tidak tahu ternyata di Rembang ada kegiatan pesta syawalan. Budiman memilih sabar menunggu. Dirinya enggan lewat jalur Blora – Purwodadi, karena jaraknya lebih jauh.