Headlines News :
Home » , » Demonstrasi Dembul Padi Hibrida

Demonstrasi Dembul Padi Hibrida

Written By aulia suhaiminur on Thursday, 7 August 2014 | 02:48

Petugas menimbang hasil ubinan


Pamotan- Kelompok tani Bahagia 1 desa Sidorejo kecamatan Pamotan kemarin mengadakan pertemuan  Farmers Field Day (FFD) demonstrasi bibit unggul padi hibrida. (6/8) FFD yang diselenggarakan oleh Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) wilayah Pati ini sudah dalam tahap pengambilan sempel hasil panen secara ubinan, guna mengetahui kisaran hasil panen per hektar padi hibrida di lahan uji coba yang ditanam beberapa bulan lalu.
Jenis padi hibrida yang didemonstrasikan kali ini adalah jenis Hipa 5 Ceva, Hipa 8 Pioneer, Hipa 9, Hipa 14 SBU, dan Mapan P 05. Dari kelima varian tersebut diambil sampel hasil panen secara ubinan dan ditimbang, kemudian diakumulasi hingga didapat kisaran hasil panen tiap hektar bisa mencapai berapa ton.
Jaka Srisantasa, pengawas benih tanaman BPSB Pati mengatakan, tujuan FFD Dembul (Demonstrasi Bibit Unggul) padi hibrida ini adalah untuk mengenalkan varitas padi hibrida kepada petani, kemudian memacu petani agar mau menanam padi hibrida untuk mendukung produksi beras nasional. Hal ini tentu tak lepas dari hasil yang dihitung nanti, apakah padi hibrida bisa secara signifikan dapat meningkatkan hasil panen petani. 
Pihaknya menambahkan, hasil panen padi hibrida pun tak lepas dari beberapa faktor yang mempengaruhinya seperti keadaan tanah, iklim, cuaca, perawatan, dan kemungkinan adanya serangan hama. Sehingga hasil akumulasi nanti tidak bisa dipatok secara murni, namun juga perlu dipertimbangkan beberapa faktor tersebut kemudian bisa diambil langkah berikutnya hingga mencapai hasil panen mendekati potensi padi hibrida.
Sementara hasil akumulasi yang didapat jenis padi Hipa 14 SBU yang menduduki peringkat tertinggi yaitu mencapai 8,16 ton/ha dengan potensi 11,8 ton/ha. Kemudian disusul Mapan P05  7,76 ton/ha dengan potensi 9,52 ton/ha. Sedangkan untuk jenis padi Hipa 5 Ceva 5,92 ton/ha potensi 8,40 ton/ha, Hipa 8 Pioneer 4,8 ton/ha potensi 10,40 ton/ha, dan Hipa 9 5,04 ton/ha potensi 10,40 ton/ha. Perhitungan dalam GKP (Gabah Kering Panen) untuk teknik penanam Jarwo 61.
Setelah mengetahui hasil akumulasi kisaran hasil panen tiap varian nanti, diharapkan petani dapat menentukan pilihannya. Varian padi hibrida manakah yang hendak mereka tanam, tentu dengan pertimbangan hasil panen terbaik yang cocok dengan kondisi alam Pamotan dan yang sesuai dengan keinginan mereka.
Terpisah, Nur Rifa’i salah satu petani sekaligus pelaksana operasional dembul mengaku padi hibrida ini memang mempunyai keunggulan dengan padi yang lain. Pihaknya mengaku tertarik untuk mencoba mendalami jenis padi ini. 
Dalam FFD kali ini pihak penyelenggara mendatangkan BPSB Jateng, Dintanhut Rembang, jajaran petugas pertanian kecamatan Pamotan, ketua poktan sekitar lokasi dembul, petani setempat, dan Badan Ketahanan Pangan kabupaten Rembang. Diharapkan kegiatan ini akan ada tindak lanjutnya sehingga petani dapat memproduksi padi lebih baik hingga ketersediaan pangan nasional pun terkatrol.(ita )


Sumber: CB FM
Share this post :

Post a Comment