Petugas menimbang hasil ubinan
Pamotan- Kelompok tani Bahagia 1 desa
Sidorejo kecamatan Pamotan kemarin mengadakan pertemuan Farmers Field Day (FFD) demonstrasi bibit
unggul padi hibrida. (6/8) FFD yang diselenggarakan oleh Balai Pengawasan dan
Sertifikasi Benih (BPSB) wilayah Pati ini sudah dalam tahap pengambilan sempel
hasil panen secara ubinan, guna mengetahui kisaran hasil panen per hektar padi
hibrida di lahan uji coba yang ditanam beberapa bulan lalu.
Jenis padi hibrida yang didemonstrasikan kali ini
adalah jenis Hipa 5 Ceva, Hipa 8 Pioneer, Hipa 9, Hipa 14 SBU, dan Mapan P 05.
Dari kelima varian tersebut diambil sampel hasil panen secara ubinan dan
ditimbang, kemudian diakumulasi hingga didapat kisaran hasil panen tiap hektar
bisa mencapai berapa ton.
Jaka Srisantasa, pengawas benih tanaman BPSB Pati
mengatakan, tujuan FFD Dembul (Demonstrasi Bibit Unggul) padi hibrida ini
adalah untuk mengenalkan varitas padi hibrida kepada petani, kemudian memacu
petani agar mau menanam padi hibrida untuk mendukung produksi beras nasional.
Hal ini tentu tak lepas dari hasil yang dihitung nanti, apakah padi hibrida
bisa secara signifikan dapat meningkatkan hasil panen petani.
Pihaknya menambahkan, hasil panen padi hibrida pun tak
lepas dari beberapa faktor yang mempengaruhinya seperti keadaan tanah, iklim,
cuaca, perawatan, dan kemungkinan adanya serangan hama. Sehingga hasil
akumulasi nanti tidak bisa dipatok secara murni, namun juga perlu
dipertimbangkan beberapa faktor tersebut kemudian bisa diambil langkah
berikutnya hingga mencapai hasil panen mendekati potensi padi hibrida.
Sementara hasil akumulasi yang didapat jenis padi Hipa
14 SBU yang menduduki peringkat tertinggi yaitu mencapai 8,16 ton/ha dengan
potensi 11,8 ton/ha. Kemudian disusul Mapan P05 7,76 ton/ha dengan potensi 9,52 ton/ha.
Sedangkan untuk jenis padi Hipa 5 Ceva 5,92 ton/ha potensi 8,40 ton/ha, Hipa 8
Pioneer 4,8 ton/ha potensi 10,40 ton/ha, dan Hipa 9 5,04 ton/ha potensi 10,40
ton/ha. Perhitungan dalam GKP (Gabah Kering Panen) untuk teknik penanam Jarwo
61.
Setelah mengetahui hasil akumulasi kisaran hasil panen
tiap varian nanti, diharapkan petani dapat menentukan pilihannya. Varian padi
hibrida manakah yang hendak mereka tanam, tentu dengan pertimbangan hasil panen
terbaik yang cocok dengan kondisi alam Pamotan dan yang sesuai dengan keinginan
mereka.
Terpisah, Nur Rifa’i salah satu petani sekaligus
pelaksana operasional dembul mengaku padi hibrida ini memang mempunyai
keunggulan dengan padi yang lain. Pihaknya mengaku tertarik untuk mencoba
mendalami jenis padi ini.
Dalam FFD kali ini pihak penyelenggara mendatangkan
BPSB Jateng, Dintanhut Rembang, jajaran petugas pertanian kecamatan Pamotan,
ketua poktan sekitar lokasi dembul, petani setempat, dan Badan Ketahanan Pangan
kabupaten Rembang. Diharapkan kegiatan ini akan ada tindak lanjutnya sehingga
petani dapat memproduksi padi lebih baik hingga ketersediaan pangan nasional
pun terkatrol.(ita )
Sumber: CB FM

Post a Comment