Lahan Palawija perlu dibuatkan parit antar bedengan untuk menghindari genangan air
Rembang-Petani yang sedang menanam palawija maupun tembakau
diminta untuk tetap mewaspadai adanya hama tanaman khususnya ulat penggerek
tanaman. Pasalnya saat musim kemarau dengan masih adanya intensitas hujan menyebabkan
cuaca lembab mendorong timbulnya hama
penyakit . Hal tersebut disampaikan kepala Dinas Pertanian dan kehutanan Rembang
Suratmin.
Suratmin mengatakan, cuaca lembab biasanya mendorong
telur-telur hama ulat penggerek tanaman menetas,
baik di tanaman palawija maupun tembakau. Khusus tanaman tembakaupengendaliannya
sebaiknya dengan cara manual saja.
Sebaliknya sebut Suratmin untuk menghindari banyaknya genangan air
petani palawija maupun tembakau dianjurkan
membuat got ataupun parit antar
bedengan, Bedengan harus diperdalam karena jika ada hujan bisa tuntas mengalir dan tidak menggenang. Apabila
dibiarkan tanaman palawija maupun tembakau bisa layu dan menyebabkan mati.
Data Dinas pertanian dan kehutanan Rembang jumlah areal tanaman palawija khususnya kedelai mencapai 8000 hektar,
Jagung sekitar 20 ribu Hektar dan tanaman tembakau mencapai 2500 hektar. Khusus
tembakau rata-rata petani sekarang ini sudah panen. (affandi )
Sumber : Radio Citra Bahari Fm

Post a Comment