Rembang
– Lokasi ini sekarang menjelma menjadi pusat keramaian wisatawan.
Bahkan sebagian pengunjung menjulukinya sebagai tempat pacaran dan foto
selfie terasyik di Rembang.
Yah..begitulah secuil cerita dibalik obyek wisata hutan bakau,
pinggir pantai dusun Kaliuntu desa Pasar Banggi, setelah pemerintah
kabupaten Rembang menata kawasan tersebut. Bahkan selama musim libur
lebaran, tak hanya warga kabupaten Rembang saja yang datang, tetapi
pengunjung dari berbagai daerah juga berbondong bondong ke sana.
Ahmad Yani, seorang pemuda dusun Kaliuntu desa Pasar Banggi yang ikut
mengelola tempat parkir menuturkan wisata hutan bakau, buka mulai pukul
6 pagi sampai dengan menjelang Maghrib. Untuk sepeda motor ditarik Rp 2
ribu, sedangkan mobil Rp 5 ribu.
Ketika ramai, dalam sehari pihaknya mampu mengumpulkan uang hingga Rp
2 juta. Separuh penghasilan disumbangkan untuk pembangunan Masjid desa
Pasar Banggi. Yani mengakui masih ada sejumlah sarana yang perlu ditata
lagi, seperti pelebaran akses jalan tambak menuju hutan bakau,
penambahan jembatan kayu maupun sarana penunjang lain. Menurutnya
kedepan sangat potensial dikembangkan. Masyarakat berharap banyak,
apalagi mereka bisa mencari penghasilan dari menjual makanan dan
minuman.
Kepala Badan Lingkungan Hidup Kab. Rembang, Purwadi Samsi menyatakan
program penataan akan terus dilakukan secara bertahap. Kebetulan
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mendukung penuh. Namun ia
menghimbau pengunjung ikut menjaga kelestarian hutan bakau. Salah
satunya jangan membuang sampah sembarangan ke laut. Saat ini masih
banyak tanaman bakau berusia muda. Kalau sampah berserakan, lama
kelamaan bakau akan terancam mati.
Post a Comment