Headlines News :
Showing posts with label PERHUBUNGAN. Show all posts
Showing posts with label PERHUBUNGAN. Show all posts

Kabel netral dan Grounded rawan pencurian


Pemasangan jaringan kabel netral PLN paling bawah  rawan pencurian


Rembang- Perusahaan listrik negara (PLN) area kudus mencatat jaringan kabel netral dan grounded Rawan aksi pencurian. Demikian pula yang terjadi di wilayah Rembang. Hal ini bisa berdampak  mengganggu proteksi listrik di sekitarnya.
Asisten manager jaringan PLN area Kudus Suhari mengatakan, sejauh ini dari laporan yang diterima memang ada beberapa kabel netral dan gounded yang dicuri. Fungsi kabel netrtal sendiri sebagai penanganan proteksi, misalnya ada petir  bisa langsung merambat  ketanah, apabila tidak tentu ada dampak  bisa merusak alat-alat rumah tangga. Disamping itu bahan kabel netral yang terbuat dari alumunium dan groundid dari tembaga menjadi iming-iming pencuri karena harganya yang mahal. 
Sebagai langkah antisipasi mengurtangi aksi pencurian lanjut Suhari  pihak PLN telah membuat antisipasi yakni kabel listrik netral dipasang dinaikkandikabel tengangan menengah,  sementara untuk pemasangan gounded kebawah  telah ada pemasangan khsusus untuk menghambat aksi pencurian.        
    
Suhari mengakui pencurian kabel listrik utamanya bagian kabel  netral dan grounded biasanya diareal jaringan yang jauh dari pemukiman penduduk karena minim pengawasan, seperti jaringan listrik  di kawasan sepanjang sale yang sebagian melewati kawasan hutan. (affandi )
 
 


sumber:CBFM

 
 

Cegah Hutan Tower, DPRD Lontarkan Gagasan Merger

Sebuah tower berdiri di tengah lahan, perbatasan Kec. Pamotan dan Gunem. Dishubkominfo optimis target retribusi dari pengelola tower dapat tercapai.
Sebuah tower berdiri di tengah lahan, perbatasan Kec. Pamotan dan Gunem. Dishubkominfo optimis target retribusi dari pengelola tower dapat tercapai.
Rembang – Dinas Perhubungan Komunikasi Dan Informatika Kab. Rembang yakin target pendapatan retribusi dari sektor menara atau tower telekomunikasi sebesar Rp 1 miliar tahun ini, mampu tercapai.
Kepala Dishubkominfo Kab. Rembang, Suyono mengatakan jumlah tower hingga pertengahan tahun 2014, sebanyak 135 an titik. Besaran retribusi setiap tower bervariasi, berkisar antara Rp 5 sampai dengan 10 juta per tahun, tergantung umur dan tinggi rendahnya menara.
Ia beralasan selama ini pengelola menara cukup kooperatif. Dalam penghitungan retribusi, petugas Dishubkominfo dan operator turun langsung mengecek, kemudian disepakati angka retribusi, menyesuaikan aturan Perda. Suyono mengklaim cara pelayanan yang melibatkan pemilik menara, membuat mereka merasa dihargai dan kebetulan sampai sekarang, tidak ada operator membandel.
Anggota Komisi Bidang Ekonomi DPRD Rembang, Joko Suprihadi menuturkan pertumbuhan menara telekomunikasi dari tahun ke tahun semakin bertambah.
Ia berharap jangan hanya mengejar target. Tapi kedepan perlu dipikirkan konsep tower bersama (merger), sejumlah operator menjadi satu. Tujuannya untuk menata kondisi lingkungan lebih baik. Kalau satu pengelola satu menara, ia khawatir mereka sembarangan memilih lokasi dan mengganggu kenyamanan masyarakat. Apalagi yang berada di dekat perkampungan warga, jangan sampai berubah menjadi hutan tower.
Joko Suprihadi menyarankan Dishubkominfo juga musti memetakan kembali, berapa menara yang habis masa izinnya.
Termasuk melihat dampak lingkungan terbaru. Kalau masyarakat dekat menara masih bisa menerima, tidak masalah. Sebaliknya jika muncul keluhan masalah petir atau membahayakan keselamatan rumah di bawahnya, perlu ada kajian ulang terhadap izin yang telah dikeluarkan pemerintah.


Sumber : R2B