Headlines News :
Showing posts with label CRIMINAL. Show all posts
Showing posts with label CRIMINAL. Show all posts

Kabel netral dan Grounded rawan pencurian


Pemasangan jaringan kabel netral PLN paling bawah  rawan pencurian


Rembang- Perusahaan listrik negara (PLN) area kudus mencatat jaringan kabel netral dan grounded Rawan aksi pencurian. Demikian pula yang terjadi di wilayah Rembang. Hal ini bisa berdampak  mengganggu proteksi listrik di sekitarnya.
Asisten manager jaringan PLN area Kudus Suhari mengatakan, sejauh ini dari laporan yang diterima memang ada beberapa kabel netral dan gounded yang dicuri. Fungsi kabel netrtal sendiri sebagai penanganan proteksi, misalnya ada petir  bisa langsung merambat  ketanah, apabila tidak tentu ada dampak  bisa merusak alat-alat rumah tangga. Disamping itu bahan kabel netral yang terbuat dari alumunium dan groundid dari tembaga menjadi iming-iming pencuri karena harganya yang mahal. 
Sebagai langkah antisipasi mengurtangi aksi pencurian lanjut Suhari  pihak PLN telah membuat antisipasi yakni kabel listrik netral dipasang dinaikkandikabel tengangan menengah,  sementara untuk pemasangan gounded kebawah  telah ada pemasangan khsusus untuk menghambat aksi pencurian.        
    
Suhari mengakui pencurian kabel listrik utamanya bagian kabel  netral dan grounded biasanya diareal jaringan yang jauh dari pemukiman penduduk karena minim pengawasan, seperti jaringan listrik  di kawasan sepanjang sale yang sebagian melewati kawasan hutan. (affandi )
 
 


sumber:CBFM

 
 

Tetap Siaga Satu, Disarankan Pasang CCTV


Seorang penjaga di SMPN I Sulang berpatroli mengitari lingkungan sekolah, baru baru ini.
Seorang penjaga di SMPN I Sulang berpatroli mengitari lingkungan sekolah, baru baru ini.
Rembang – Karena sejumlah kasus pembobolan sekolah dengan mengincar sasaran onderdil CPU komputer di kabupaten Rembang belum terungkap, penjaga malam di sekolah sekolah masih tetap waspada, bahkan ibaratnya seperti siaga I.
Haryono, seorang penjaga SMPN I Pancur mengatakan pelaku kejahatan di luar masih bebas bersliweran. Setiap kali akan bertugas, sebatas berdoa situasi aman terkendali, tanpa ada gangguan. Tercatat 5 orang penjaga bergantian mengamankan lokasi. Khusus malam hari, 3 penjaga turun bersama sama.
Kebetulan seluruh jendela ruangan sudah ditralis, pagar depan juga cukup rapat, sehingga hatinya merasa sedikit tenang. Hanya saja kalau mengingat polisi belum membongkar kasus pencurian jeroan CPU komputer di SMAN Pamotan, SMPN I Sedan, SMKN Sumber dan SMPN II Bulu, Haryono mengaku agak cemas.
Sementara itu, Kapolsek Bulu, AKP Edi Pujiharto menjelaskan penyelidikan kasus pembobolan sekolah SMPN II Bulu yang terletak di jalan raya Sulang – Sumber, melibatkan jajaran Polres Rembang. Sampai hari Minggu (10 Agustus 2014), belum menemukan titik terang, karena informasi dari saksi korban sangat terbatas.
Ia menyarankan kepada sekolah memasang kamera pengintai CCTV. Sarana keamanan semacam CCTV masih diabaikan, padahal cukup bermanfaat. Akan lebih baik, ditunjang pula dengan pemasangan alarm, yang bisa memunculkan bunyi sirine meraung raung, ketika ada pencuri masuk. Agar laporan kejadian cepat, kini seluruh penjaga sekolah wajib mempunyai nomor kontak anggota Babinkamtibmas Polsek.
AKP Edi Pujiharto menyadari pencuri pasti mencari kelengahan korbannya. Tapi dengan berbagai langkah antisipasi, diharapkan mampu mengurangi angka tindak kejahatan. Ia merasa pencurian di sekolah, bukan semata mata menimbulkan kerugian materi, tetapi dampaknya meluas, bisa mengganggu kegiatan belajar siswa.


Sumber: R2B

Mulai Ada Yang Usil, Desa Minta Jangan Berebut


Iring iringan pengunjung keluar dari lokasi wisata hutan bakau dusun Kaliuntu desa Pasar Banggi, belum lama ini.
Iring iringan pengunjung keluar dari lokasi wisata hutan bakau dusun Kaliuntu desa Pasar Banggi, belum lama ini.
Rembang – Seiring kian terkenalnya wisata hutan bakau di pinggir pantai dusun Kaliuntu desa Pasar Banggi – Rembang, terkadang muncul sejumlah pemuda yang usil mengganggu pengunjung. Ironisnya, pelaku justru diduga berasal dari tetangga sebelah Kaliuntu, masih sama sama satu kampung.
Purwanto, seorang warga dusun Kaliuntu desa Pasar Banggi mengakui beberapa kali menjumpai pengendara sepeda motor nekat masuk hingga jembatan di tengah hutan bakau, padahal mustinya kendaraan dilarang masuk kesana. Mereka juga mengganggu kenyamanan pengunjung. Pihaknya berusaha menasehati secara baik baik, karena pengunjung pasti menginginkan situasi yang tenang. Tidak jelas apa motifnya. Kalau lain hari, ternyata masih membandel, Purwanto berharap pemerintah desa ikut turun tangan.
Kepala Desa Pasar Banggi Kec. Rembang Kota, Rasno menghimbau antar warga saling menghargai, tidak mempermasalahkan pengelolaan wisata hutan bakau.
Sejauh ini pendapatan bersumber dari sektor parkir. Sepeda motor ditarik Rp 2 ribu, sedangkan mobil Rp 5 ribu. Memang untuk parkir ditangani oleh kelompok pemuda dusun Kaliuntu, dengan memperoleh bagian 50 % dari total penghasilan. Separuhnya disumbangkan dalam kegiatan pembangunan Masjid Pasar Banggi. Ia menganggap sudah sama sama enak. Apabila pembangunan Masjid selesai, tentu masyarakat akan kembali berembug, membahas bagaimana pengelolaan selanjutnya.
Rasno mengklaim telah mendapatkan sinyal positif dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Rembang, tentang pengembangan kawasan wisata hutan bakau. Setelah dilengkapi pos gardu pandang dan jembatan kayu, yang jelas direncanakan penambahan jembatan lagi. Apakah kearah timur atau ke barat, sejauh ini belum diputuskan.


Sumber : R2B

Belok, Tewas di jalur pantura

Seorang polisi memantau arus kendaraan di jalur Pantura Sarang, Rembang.
Seorang polisi memantau arus kendaraan di jalur Pantura Sarang, Rembang.
Sarang – Hati hati kalau anda akan belok memotong jalan. Di jalur Pantura desa Kalipang Kec. Sarang, Jumat (08 Agustus 2014) sekira pukul 10.00 wib, seorang pengendara motor tewas seketika tertabrak truk tangki, ketika ingin berbelok.
Korban tewas adalah Toha (24 tahun), warga desa Babaktulung Kec. Sarang. Awalnya Toha mengendarai sepeda motor Honda Supra Fit, dari arah timur ke barat. Begitu sampai jalur Pantura desa Kalipang, ia mendadak belok ke utara. Dari arah belakang, melaju sebuah truk tangki yang dikemudikan Asnan Sugianto (45 tahun), warga Sidotopo Jaya Surabaya Jawa Timur. Sopir truk sudah berusaha menghindar ke kanan. Namun karena jarak sudah sangat dekat, mengakibatkan sepeda motor tertabrak bak belakang sebelah kiri truk. Pengendara sepeda motor tewas terlindas.
Kepala Pos Lalu Lintas Lasem, Aiptu Heri Yulianto menjelaskan kondisi luka korban cukup parah di bagian kepala, karena Toha tidak mengenakan helm.
Melalui hasil olah TKP, pengendara sepeda motor diduga bersalah. Selain memotong jalan secara tiba tiba, pengendara motor juga tidak disiplin memakai helm, padahal melintasi jalur Pantura yang tergolong sangat ramai.
Aiptu Heri Yulianto menambahkan kondisi Pantura dari desa Kalipang sampai dengan Temperak Kec. Sarang, memang masih sempit.
Selain itu, perumahan warga banyak berjejer di pinggir jalan Raya. Lalu lalang orang menyeberang jalanpun sering terjadi. Maka ia menghimbau pengguna jalan lebih waspada.


Sumber : R2B

Masuk Rumah Sakit Karena Pocong, Warga Resah

Seorang warga melintas di utara makam, sebelah barat dusun Torejo desa Mondoteko Rembang, Kamis pagi (07/8).
Seorang warga melintas di utara makam, sebelah barat dusun Torejo desa Mondoteko Rembang, Kamis pagi (07/8).
Rembang – Isyu hantu pocong yang bersliweran di dekat makam sebelah barat dusun Torejo desa Mondoteko Rembang, membuat sebagian masyarakat tercekam rasa takut. Bahkan mereka enggan melintasi jalur tersebut pada malam hari.
Wiro, seorang warga dusun Bagel desa Mondoteko Rembang mengatakan sejak dulu lokasi tersebut memang terkenal angker. Lebatnya pohon jati dan ditambah suasana gelap, terkadang pengguna jalan memilih lewat jalan lain. Tapi yang ramai melihat penampakan makhluk halus semacam itu, kebanyakan justru orang luar kampung. Ia sendiri antara percaya dan tidak, karena tidak pernah memergoki langsung.
Kepala Dusun Torejo desa Mondoteko, Bambang Suyono mengaku pembicaraan isyu hantu pocong menyebar ke warung warung. Bahkan ada rekannya di desa Ngadem bercerita, seorang warga sampai masuk rumah sakit, karena kaget, usai melihat hantu pocong sudah bertengger di jok belakang sepeda motor, saat lewat di jalan dekat makam Torejo.
Sejauh ini pihak dusun telah memasang dua lampu, sebelah utara makam. Hanya saja kedepan perlu ditambah lampu jenis lain yang sinarnya lebih terang.
Bambang Suyono menghimbau masyarakat tidak larut dalam suasana takut berlebihan, lantaran informasi tersebut, belum jelas kebenarannya.
Ia khawatir ada pihak pihak tertentu yang sengaja menghembuskan isyu hantu pocong, agar muncul keresahan.


Sumber :R2B

Ditinggal Lamaran, Rumah Ludes

Rumah milik Sumani di desa Wiroto Kec. Kaliori ludes terbakar, Jumat pagi (08/8).
Rumah milik Sumani di desa Wiroto Kec. Kaliori ludes terbakar, Jumat pagi (08/8).

Kaliori – Kebakaran melanda rumah warga desa Wiroto Kec. Kaliori, saat ditinggal ikut melamar calon pengantin, Jumat pagi (08 Agustus 2014).
Rumah tersebut milik Sumani (40 tahun) warga RT 01 RW 01 desa Wiroto. Semula, pemilik rumah pergi melamar ke daerah Jakenan Pati, sedangkan anak anaknya tengah bersekolah. Rumah dalam keadaan kosong. Tiba tiba, warga sekitar memergoki api sudah membesar dari ruangan tengah rumah.
Sukiman, Kepala Dusun Wiroto menjelaskan setelah mengetahui terjadi kebakaran, ia langsung menghubungi petugas pemadam kebakaran. Selain itu, masyarakat setempat juga bergotong royong memadamkan api, agar tidak merembet ke rumah lain. Menurutnya rumah tergolong cukup besar, ada dua unit berhimpitan menjadi satu. Ukuran rumah sekira 12 x 8 meter, tak tersisa. Seluruh perabotan dan peralatan elektronik ikut ludes dilalap si jago merah.
Saat regu pemadam kebakaran Pemkab Rembang tiba di lokasi kejadian, api sudah padam.
Kuntari, seorang petugas pemadam kebakaran beralasan jarak TKP lumayan jauh. Mobil pemadam butuh waktu 15 menit lebih, untuk sampai kesana. Meski demikian, pihaknya tetap menyemprotkan air, memastikan tidak ada sisa api.
Atas peristiwa tersebut, pemilik rumah menanggung kerugian Rp 150 jutaan. Anggota Polsek Kaliori datang mengecek lokasi kebakaran. Mereka menduga, penyebab kebakaran karena hubungan pendek arus listrik.


Sumber : R2B

Tahanan Menikah di LP

Suasana Akad nikah di  lapas Rembang 


Rembang-Lembaga Pemasyarakatan ( Lapas ) Kelas II B Rembang, kemarin suasanya berbeda dari hari biasanya, karena salah satu tahanan menggelar ahad nikah di aula setempat. Pasangan muda-mudi tersebut  yakni, Agung sulistya dan Nia Setyani.
 Mempelai Pria yang kini sedang menjalani proses hukum atas jeratan kasus pencabulan, akhirnya berikrar pernikahan dihadapan penghulu dipelaminan. Mereka Berujar janji saat  pernikahan.
Pria yang terjerat kasus pencabulan menikahi korbannya yang masih dibawah umur di aula setempat, dengan mas kawin diberikan sebesar Rp 100 ribu. Acara  dihadiri kedua orang tua masing-masing mempelai dan beberapa kerabat dari pihak perempuan.
Acara tersebut berlangsung sejak pukul  10.30 wib dengan petugas pencatat nikah atau naib, Sunarto Cholil didampingi Kepala Rutan Kelas II B Rembang Suyatno. Usai bersilahturahmi tahanan kembali mendekam di ruang tahanan, pasalnya tidak ada dispensasi khusus.
Kepala Rutan Kelas II B Rembang Suyatno, mengatakan posisi kasus yang menjerat pihak laki-laki melanggar pasal pencabulan anak dibawah umur dan proses hukumanya masih dalam proses tahanan kejaksaan.
Disebutkan bahwa laki-laki tersebut melanggar pasal 81 dan 82, UU RI no 23 tahun 2002 tentang perlidungan anak. Peristiwa penangkapan lebih tepatnya 10 Maret 2014, di daerah Dukuh Ngaguk, Desa Gunungsari, Kecamatan Kaliori. 
Menurutnya Pernikahan di dalam LP Kelas II B Rembang baru kali pertama selama menjabat, dan rutan hanya memfasilitasi tempat melangsungkan pernikahan dan perrnikahan bisa saja digelar diluar, asalkan pihak yang menahan mengijinkanya.
Terpisah petugas pencatat nikah atau naib Sunarto Cholil usai melangsungkan ahad nikah menyatakan, proses ahad nikah ini merupakan bukti bentuk tanggung jawab atas perbuatan yang dilakukannya dan proses ahad nikah di ruang LP ini juga pengalaman yang pertama selama menjadi naib.
Sementara itu keluarga korban dari pihak laki-laki Sriwati bersama Suradi sangat terharu sampai meneteskan air mata,Ia  tidak menyangka anaknya menikah didalam LP.(Yudha )
 


Sumber : CB FM

Kapal Pemkab, Berbagai Keanehan Diungkap

Rembang – Rencana lelang sebuah kapal pengumpul milik Pemkab Rembang, menuai protes.
Kapal tersebut semula dibuat pada tahun 2008 lalu menggunakan anggaran daerah. Tapi belakangan kapal tersebut mangkrak di alur sungai Juana Pati, karena terkendala izin operasional. Kapal tidak mengantongi surat izin usaha perikanan (SIUP) dan surat izin kapal penangkap ikan (SIKPI). Pasalnya yang berhak memperoleh dua dokumen itu hanya untuk orang atau badan hukum indonesia. Apabila atas nama Pemkab Rembang, maka izin operasional tidak bisa dikeluarkan oleh instansi berwenang.
Bambang Wahyu Widodo menunjukkan copyan nota dinas, berisi tentang rencana lelang kapal, Senin pagi (04 Agustus 2014).Pemkab Rembang beralasan kapal lebih baik dilelang, daripada mangkrak terlalu lama. Jika dibiarkan, nilai barang akan semakin turun dan memboroskan biaya perawatan. Rencana lelang tidak perlu mendapatkan persetujuan DPRD, lantaran nilai perolehannya Rp 1,2 miliar, kurang dari Rp 5 miliar.
Bambang Wahyu Widodo, dari Lembaga Studi Pemberdayaan Masyarakat (LESPEM) Rembang mencurigai kapal sudah sering digunakan untuk mencari ikan. Dilihat dari bentuknya, kapal nelayan biasa, bukan kapal pengumpul yang mustinya juga dilengkapi sarana penampung ikan atau coal storage.
Ia mempertanyakan siapa yang mengelola dan kemana larinya pendapatan. Ada informasi, konon pernah dikelola Dinas Pendidikan dan dipinjamkan ke SMKN II. Seharusnya Pemkab Rembang bisa menelusuri, mau terbuka kepada masyarakat.
Bambang Wahyu Widodo menambahkan tidak sependapat kapal akan dilelang. Ia mengusulkan dihibahkan saja kepada kelompok nelayan yang terpercaya, untuk pemberdayaan nelayan kecil. Selama tepat sasaran, menurutnya tidak masalah. Tapi kalau nekat tetap dilelang, Pemkab musti berhati hati. Jangan sampai menimbulkan efek hukum dikemudian hari.
Pegiat LSM warga Perumahan Puri Mondoteko Rembang ini menimpali sudah menyampaikan keluhannya kepada Sekretaris Daerah Hamzah Fathoni dan Pelaksana Tugas Bupati Rembang, Abdul Hafidz, hari Senin (04 Agustus 2014).
Sekda menanggapi siap menelaah kembali rencana lelang kapal, sedangkan PLT Bupati menerangkan bahwa rencana lelang telah memenuhi prosedur aturan, bahkan juga mendapatkan rekomendasi dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Melihat Modusnya, Mereka Berpengalaman…”


Rembang – Suasana Lebaran tidak menyurutkan pelaku pencuri, untuk melancarkan aksi kejahatan.
Jumat petang, sebuah sepeda motor amblas digondol pencuri di kawasan dusun Kasaran desa Tasikagung, selatan Kantor Pos Rembang. Sepeda motor jenis Yamaha Vega R bernomor polisi K 5352 FD, milik Arifin.
Semula, sepeda motor terparkir di teras rumah, sedangkan pemiliknya menunaikan ibadah sholat maghrib. Selesai sholat, mendapati sepeda motor sudah hilang. Korban kemudian melapor ke Makolantas Polres Rembang, meminta informasi kejadian tersebut disebarluarkan ke seluruh jajaran kepolisian, termasuk posko pelayanan dan pengamanan lebaran.
Barang bukti motor hasil kejahatan yang diamankan aparat Polres Rembang, belum lama ini.Sekretaris Desa Tasikagung Rembang, Sunarto menuturkan terkadang sebagian besar masyarakat menganggap motor terparkir di luar rumah tidak masalah, karena hanya ditinggal sebentar. Tapi kalau melihat serangkaian kasus Curanmor, pelaku membutuhkan waktu singkat untuk mengambil sepeda motor dengan kunci T, memang semua harus lebih waspada. Apalagi di dusun Kasaran, banyak jalur menuju jalan raya. Mudah bagi pencuri kabur, usai beraksi. Kedepan, sebaiknya motor dimasukkan ke dalam rumah saja, agar tidak memancing hasrat pelaku.
Kapolsek Rembang Kota, AKP Suhaendi Tirta menjelaskan pihaknya belum bisa mengidentifikasi keterlibatan pelaku yang sering mencuri motor, khususnya di dalam kota Rembang. Apakah berasal dari kelompok baru atau mengarah pada jaringan residivis kambuhan.
Namun jika melihat modus operandinya, pelaku cukup berpengalaman. Diduga mereka survei lokasi dulu dan pintar memanfaatkan waktu rawan warga lengah, seperti saat Maghrib.

Memilukan, 2 Tewas Dan 4 Lainnya Sempat Kritis


Kragan – Dua orang tewas dan empat lainnya sempat kritis, saat akan menguras dek kapal motor Lintas di pinggir laut, tepatnya 150 meter sebelah utara tempat pelelangan ikan (TPI) desa Karanganyar Kec. Kragan, Minggu sore (03 Agustus 2014).
Suasana sekitar TPI Karanganyar pun gempar. Semula Minggu pagi, nelayan selesai membongkar ikan hasil melaut. Dek tempat penyimpanan ikan, kemudian ditutup lagi. Sore harinya, nelayan berniat akan membersihkan dek. Diduga ceceran air bercampur dengan sisa ikan yang membusuk, menimbulkan gas beracun. Begitu dek terbuka, dua orang nelayan masuk, langsung lemas dan tewas. Korban masing masing bernama Abdul Arif (25 tahun), warga desa Karangharjo Kec. Kragan dan Kasmudi, warga desa Kalipang Kec. Sarang.
Jenazah Abdul Arif diberangkatkan dari Masjid desa karangharjo Kec. Kragan, Minggu malam.Empat nelayan lain, berniat menolong. Tapi semua juga ikut lemas, bahkan ada yang terjatuh ke dalam dek, hingga giginya rontok. Tiga orang diantaranya, Jamiri warga Blitung Sarang, Suroso warga desa Pandangan Kulon Kec. Kragan dan Budi Riswanto warga desa Karangharjo Kec. Kragan, sampai Minggu malam menjalani perawatan intensif di rumah sakit dr R Sutrasno Rembang. Satu korban lain, Supadi (59 tahun) warga desa Kebloran Kec. Kragan dirawat di Puskesmas Kragan II, karena kondisinya lebih baik.
Seorang saksi sesama anak buah kapal, Slamet, warga desa Pandangan Kulon menceritakan kejadian berlangsung cepat. Saat korban berjatuhan, ia berteriak teriak meminta tolong kepada nelayan lain. Karena kapal bersandar jauh dari bibir pantai, penanganan korban memang agak tersendat. Tapi satu yang paling diingatnya, bau busuk luar biasa menusuk hidung, menghentikan pernafasan. Bahkan sampai tembus ke dalam pori pori pakaian.
Minggu malam, jenazah dua korban dimakamkan di tempat terpisah. Reporter R2B memantau di rumah duka Almarhum Abdul Arif. Warga mensholatkan jenazah di dalam Masjid setempat, setelah itu baru dimakamkan.
Salah satu tetangga korban, Edi Kholiq mengaku terakhir kali bertemu almarhum, ketika Idul Fitri kemarin. Abdul Arif bersama isterinya yang tengah mengandung anak pertama datang silaturahmi ke rumahnya. Usai bermaaf maafan, kemudian pamit. Tak ada firasat apapun.
Edi menambahkan korban meninggal dunia gara gara menguras kapal sering terjadi di kabupaten Rembang. Ia berharap pemerintah kabupaten segera menggiatkan sosialisasi tentang potensi bahaya di dek tempat penyimpanan ikan, supaya peristiwa serupa tidak terulang kembali.

Ini Perkembangan Tiga Korban Kritis, DKK Bereaksi


Kragan – Dua korban yang kritis setelah menguras dek kapal di utara tempat pelelangan ikan (TPI) Karanganyar Kec. Kragan, kondisinya mulai membaik, Senin siang (04 Agustus 2014).
Keduanya dirawat di ruang HND rumah sakit dr R Sutrasno Rembang, yakni Suroso warga desa Pandangan Kulon dan Budi Riswanto warga desa Karangharjo Kec. Kragan. Sedangkan satu korban lain, Jamiri warga Belitung Kec. Sarang masih kritis di ruang ICU.
Humas Rumah Sakit dr R Sutrasno, Giri Saputro menuturkan pihaknya masih terus melakukan evaluasi terhadap perkembangan Jamiri. Sejauh ini belum ada rencana akan dirujuk ke rumah sakit lain.
Salah satu korban dirawat petugas medis RS dr R Sutrasno.Pelaksana Tugas Kepala Puskesmas Kragan II, Darmono menjelaskan dirinya sudah berkomunikasi langsung dengan salah satu pasien yang menjalani perawatan di Puskesmas Kragan II, Supadi, warga desa Kebloran Kec. Kragan. Dari kronologis rentetan ceritanya, memang termasuk kejadian baru di kecamatan Kragan, perlu ditelusuri lebih lanjut apa penyebabnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, Ali Syofii menyatakan pihaknya mengirimkan petugas surveilance dan kejadian luar biasa, untuk menggelar penyelidikan epidemologi ke rumah sakit dr R Sutrasno, dilanjutkan meninjau lokasi kejadian. Kalau sudah ada hasilnya, Ali berjanji segera membeberkan kepada masyarakat