Kragan
– Dua orang tewas dan empat lainnya sempat kritis, saat akan menguras
dek kapal motor Lintas di pinggir laut, tepatnya 150 meter sebelah utara
tempat pelelangan ikan (TPI) desa Karanganyar Kec. Kragan, Minggu sore
(03 Agustus 2014).
Suasana sekitar TPI Karanganyar pun gempar. Semula Minggu pagi,
nelayan selesai membongkar ikan hasil melaut. Dek tempat penyimpanan
ikan, kemudian ditutup lagi. Sore harinya, nelayan berniat akan
membersihkan dek. Diduga ceceran air bercampur dengan sisa ikan yang
membusuk, menimbulkan gas beracun. Begitu dek terbuka, dua orang nelayan
masuk, langsung lemas dan tewas. Korban masing masing bernama Abdul
Arif (25 tahun), warga desa Karangharjo Kec. Kragan dan Kasmudi, warga
desa Kalipang Kec. Sarang.
Seorang saksi sesama anak buah kapal, Slamet, warga desa Pandangan
Kulon menceritakan kejadian berlangsung cepat. Saat korban berjatuhan,
ia berteriak teriak meminta tolong kepada nelayan lain. Karena kapal
bersandar jauh dari bibir pantai, penanganan korban memang agak
tersendat. Tapi satu yang paling diingatnya, bau busuk luar biasa
menusuk hidung, menghentikan pernafasan. Bahkan sampai tembus ke dalam
pori pori pakaian.
Minggu malam, jenazah dua korban dimakamkan di tempat terpisah.
Reporter R2B memantau di rumah duka Almarhum Abdul Arif. Warga
mensholatkan jenazah di dalam Masjid setempat, setelah itu baru
dimakamkan.
Salah satu tetangga korban, Edi Kholiq mengaku terakhir kali bertemu
almarhum, ketika Idul Fitri kemarin. Abdul Arif bersama isterinya yang
tengah mengandung anak pertama datang silaturahmi ke rumahnya. Usai
bermaaf maafan, kemudian pamit. Tak ada firasat apapun.
Edi menambahkan korban meninggal dunia gara gara menguras kapal
sering terjadi di kabupaten Rembang. Ia berharap pemerintah kabupaten
segera menggiatkan sosialisasi tentang potensi bahaya di dek tempat
penyimpanan ikan, supaya peristiwa serupa tidak terulang kembali.
Post a Comment